Perlu Dua Kursi Roda

kursi roda kursi roda (2)

Ibu Fadia Ainun Nafi’, seorang warga Dukuhklopo Kapas Peterongan adalah informan yang menginformasikan adanya dua orang yang sedang membutuhkan bantuan berupa kursi roda. Dua ornag yang dimaksud oleh Ibu Fadia adalah Ainaya Kurniatulloh (16 tahun) dan Abdul Wahab (34 tahun). Dua orang ini adalah satu keluarga yang beralamat di Desa Watudakon Kesamben Jombang.
Ainaya dan Abdul Wahab mengalami cacat bawaan yang mengakibatkan mereka tidak bisa berjalan. kondisi keluarganya memang seperti itu, istri Abdul Wahab sendiri yang bernama Ridha Erlina(31 tahun) juga mengalami cacat kaki. Namun, Ridha Erlina sudah memiliki kursi roda.
Selama ini Abdul Wahab dan Ainaya (adik kandung Ridha Erlina) menggunakan kursi roda bersama-sama dnegan Ridha Erlina. Yang menjadi kesulitan mereka adalah saat mereka memerlukan kursi roda itu dalam waktu yang bersamaan.

Ibu Susila endah, Penderita Mioma.

image003

Awalnya, Ibu Susila Endah divonis sakit jantung oleh dokter, setelah beberapa kali cek ternyata bukan jantung, akan tetapi Mioma. Sehingga, Ibu Susila harus dirujuk ke RSUD dr. Soetomo. Berulangkali Pak Suratman, suaminya membawa periksa kesana, dan beliau mengaku biaya transportasi dan biaya periksa cukup memberatkan perekonomiannya.
Saat LPUQ melakukan survey ke rumah, kaki Bu Susila bengkak. Beliau mengaku merasakan sakit di perut saat melakukan aktivitas berjalan. Rasa sakit itu sudah lama beliau rasakan.

Sepedaku hilang

image001

 

 

 

 

Lilla Septi Nur Anggraini, siswa kelas 5 SD SUmbermulyo harus jalan kaki ketika berangkat sekolah sejauh 1 km, setelah sepedanya hilang. Sepeda itu hilang saat dipinjam kakaknya untuk sholat berjamaah di sebuah mushola.

Ayah Lilla, Pak Mujiadi yang bermata pencaharian sebagai tukang becak non mesin mengaku sampai sekrang belum mampu membelikan sepeda lagi untuk sekolah anaknya. “Ya punya keinginan untuk membelikannya lagi sepeda meskipun tidak baru, supaya Lilla ke sekolah tidak jalan kaki… tapi kalau sekarang belum bisa saya membelikan… “ Kata Pak Mujiadi kepada LPUQ.

Semangat Ibadah Para Lansia

LANSIA AGUSTUS

 

 

 

 

Semangat Ibadah Para Lansia

Bulan lalu, Alhamdulillah LPUQ telah merealisasikan santunan untuk para mustahik lansia (lanjut usia) di beberapa daerah, termasuk di daerah Jogoroto Jombang. Ada tiga lansia di daerah itu yang kemarin dikunjungi oleh LPUQ. Yang pertama adalah seorang nenek bernama Wainten. Sehari harinya Mbah Wainten hidup dengan didampingi cucunya. Di usianya yang sudah lanjut, terkadang harus mencari rumput di sawah, karena Mbah Wainten memiliki beberapa kambing. Mbah Wainten sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari LPUQ. Beliau mengaku, bantuan dari LPUQ sangat bermanfaat untuk beliau memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Tidak ketinggalan, Mbah Wainten juga berdoa semoga amal baik donatur LPUQ diterima oleh Allah swt. dan dibalas dengan yang lebih baik.

Mbah Kasih Tinggal dengan Tiga Ayamnya

mbah-kasih.6.2014Namanya Kasih, seorang nenek berusia 82 tahun yang beralamat di Bugasur Kedaleman 01/01 Gudo. Mbah Kasih di usia senjanya hidup sendiri di sebuah rumah hasil program bedah rumah desa yang dindingnya setengah tembok setengah bambu. Suaminya telah meninggal dunia, dan tak seorang anak pun yang dimiliki. Sehari-hari keponakannya yang menyediakan makan untuk Mbah Kasi.

Bayi 11 Bulan : Perlu Biaya Pengobatan Hydrochephalus

higrosafalus.6.2014Bayi perempuan kecil dengan nama Siti Mubarokah memerlukan biaya pengobatan. Bayi 11 bulan ini mengalami hydrocephalus dan sampai sekarang belum bisa melakukan pengobatan dikarenakan kedua orangtuanya terbatas kondisi perekonomiaannya. Ayah Siti Mubarokah adalah petani di daerah Wonosalam dan Ibunya sebagai ibu rumahtangga. Ibu Siti Mubarokah menyampaikan bahwa dirinya ingin bekerja membantu mencari nafkah unutk keluarganya, tapi apa boleh buat, waktunya sehari-hari sudah habis untuk merawat putrid kecilnya.

Tukang Batu Tersengat Listrik

mbah-sugiono.6.2014Peristiwa itu terjadi tahun lalu. Saat Sugiono, warga Kabunan 1/1 Kebontemu Peterongan yang waktu itu berprofesi sebagai tukang batu sedang bekerja di salah satu daerah Tambak Beras hujan turun dengan derasnya. Teman-teman sejawat Sugiono…

Ahmad Ingin Sehat

ahmad2.6.2014Hidup dengan sehat adalah keinginan semua orang. Namun, Allah juga menguji manusia dalam hal kesehatannya. Itulah yang dialami Ahmad Nur Wachid. Dia baru berusia 5 tahun sekarang, dan selama 5 tahun hidup dia belum menikmati kesehatan seperti manusia pada umumnya. Ya… sejak lahir, Ahmad mengalami kelainan usus (hisbrung) yaitu Ahmad tidak memiliki anus. Ahmad adalah putra dari Setiawan dan Siti Nur Azizah, warga Sumbersari Megaluh Jombang. Setiawan, Ayah Ahmad adalah TKI di Malaysia, namun sudah 7 bulan ini tidak pernah mengirim nafkah untuk keluarganya. Karena kondisi perekonomian keluarga yang terbatas, Ahmad belum bisa melakukan pengobatan dengan maksimal. Menurut dokter yang menangani sakit Ahmad, Ahmad harus dioperasi 3 kali untuk bisa memiliki anus.

Tedy Hanya Bisa Berbaring

tedy.6.2014Tedy Nurfirmansyah, seorang anak lelaki berusia 15 tahun dari pasangan Aminun Muhaimin dan Nur Farida mengalami gangguan syaraf sejak ia kecil. Kini di usianya yang memasuki masa remaja, ia masih saja tergolek seperti bayi. Tubuhnya tak bisa dibawa berdiri, bahkan untuk duduk saja tidak bisa. Ia terbaring dan hanya itu yang bisa ia lakukan.

mbah jalal kakek tua yang malang

mbah-jalalMbah Jalal, seorang lansia yang tinggal di Dusun Kedungpapar 3/3 Desa Sumberagung Peterongan. Rumah sederhana itu berhias sebuah dipan bambu tua dan sehelai tikar yang mengalasi tidurnya, tidak ada dapur ataupun perabot rumah tangga lainnya. Ia menjalani masa senjanya seorang diri tanpa istri, anak, atau cucu – cucu disampingnya. Istri Mbah Jalal sudah lama meninggal. Sebenarnya Mbah Jalal mempunyai 2 orang anak laki – laki dan seorang anak perempuan. Ketiganya sudah berkeluarga dan tinggal bersama keluarga barunya di Pasuruan, Surabaya, dan Gudo – Jombang. Pulang menjengukpun kata Mbah Jalal sangat jarang.