Mimpi Sang Guru TPQ

BN

 

Luluk Hidayati ialah seorang guru TPQ sukarela. Selama 5 tahun ini ia berhasil mendidik sekitar 100 santri. Banyaknya anak didik yang berminat di TPQ Luluk, menjadikan ia harus mencari guru tambahan untuk membantunya di TPQ. Selain sebagai guru TPQ dan Luluk Hidayati juga membantu di TK/Paud di desanya. Beliau mempunyai seorang anak yang baru duduk di TK-B. Suaminya yang hanya bekerja sebagai tukang servis computer/laptop.

Panggilan tak menyurutkan langkah untuk mewujudkan impiannya memiliki mushollah dan gedung TPQ di sebelah rumah. Dengan tekad dan kemauan yang kuat, kini mimpi – mimpi itu mulai nyata. Meskipun hidupnya bersama keluarga kecilnya itu serba kekurangan, tidak membuat mereka patah semangat untuk bekerja dan menyisihkan 50% dari pendapatan demi terwujudnya impian mereka.

Mbah Siti

byff[1]

 

 

 

 

Mbah Siti adalah seorang janda berusia 66 tahun. Ia tinggal di sebuah petak rumah kontrakan di daerah Pulo Asri. Beliau tinggal bersama tiga orang anaknya. Untuk biaya hidupnya dan ketiga anaknya diperoleh dari penghasilan salah satu anak Mbah Siti yang bekerja di sebuah pabrik di kota Krian. Pak Hasan adalah anak Mbah Siti yang menjadi tulang punggung keluarga. Kedua adiknya yang tidak bekerja, menjadikan Pak Hasan harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan kedua adik dan ibunya yang sudah berusia lanjut. Selain menanggung biaya hidup keluarganya, Pak Hasan juga harus membayar rumah kontrakan yang mereka tempati selama ini. Pak Hasan harus membayar Rp. 4. 000. 000,- setiapd dua tahunnya.

Bu Aminah

ikii

 

 

 

Ibu Aminah adalah seorang buruh tani yang ditinggal suaminya meninggal dua tahun yang lalu. Bu aminah beralamatkan Dusun. Kedunglo desa/kelurahan karanglo rw/rt. 003/004. Suami bu Aminah meninggal karna terserang penyakit darah rendah. Saat sedang bekerja di sawah suami bu aminah terjatuh dan penyakit darah rendahnya kambuh,ada seseorang yang melihat dan akhirnya dibawa pulang. Belum sempat dibawa ke rumah sakit masih dalam perjalanan ke rumah sakit suami bu aminah tidak tetolong dan akhirnya suami bu Aminah dipanggil yang Maha Kuasa. Bu Aminah mempunyai tiga putri yang pertama bernama Siti Muthiatun Nisa yang bekerja di depot Surabaya yang penghasilanya gak begitu besar, yang kedua Lailatul Nur Afifah masih duduk di kelas III SMP yang sebentar lagi kenaikan kelas dan membutuhkan biaya banyak, dan putrinya yang terakhir Lailatul Maghfirotun nisa’ masih berumur tiga tahun.

Kini, Farhan hanya bersama Nenek dan Kakek

ikiiii

 

 

 

Farhan adalah anak dari Alm.Abdurachman dan Almh. Ibu Fitri wulandari (anak pertama)yang beralamatkan di Sidokapasan blok pasar 45, Desa. Sidodadi, rt/rw 006/001. Surabaya. Dia adalah anak satu-satunya dari alm.Abdur ranchman dan almh.Fitri Wulandari yang sekarang masih duduk di TK Kecil. Dia ditinggal kedua orang tuanya sejak masih kecil. Ibunya yang sakit-sakitan terkena penyakit kembang paruh selama tiga bulan dan harus keluar masuk rumah sakit dan suaminya yang hanya bekerja sebagai tukang parkir yang penghasilnya tidak seberapa membuat keluarga ini berkehidupan serba pas-pas an karena memerlukan banyak biaya untuk berobat. Rumah pun masih ikut di rumah mertua belum mempunyai rumah sendiri.

Dua tahun lalu ibunya dipanggil oleh sang Maha Kuasa.Setelah itu ganti bapaknya yang sakit-sakitan terkena tiphus setadium akut dan beliau juga dipanggil oleh yang maha kuasa setahun yang lalu. Semenjak sakit-sakitan sampai meninggal biaya ditanggung sendiri dan masih ikut dirumah mertua .

Griya Yatim Mojowarno

griya yatim mojowarno

 

 

Griya yatim LPUQ kembali melakukan realisasi bantuan kepada sejumlah anak yatim. Kali ini realisasi dilaksanakan di griya yatim Mojowarno. Ada sekitar 18 anak yang datang dan mendapat santunan dari amanah dana yatim LPUQ. Mereka semua rata-rata masih sekolah tingkat dasar dan tentu saja, perhatian donatur untuk mereka membuat mereka bahagia. semoga donatur LPUQmendapat berkah karena telah berbagi kebahagiaan dengan para yatim di Mojowarno bersama LPUQ. Aamiin.[]

Kakak Beradik Sakit Thalasemia

nur qomariyah

 

 

 

Nur Qomariyah, janda yang ditinggal suaminya meninggal ini kini hidup bersama dua anaknya, Nurul Azari Pratiwi (15 tahun) dan Muchamad Nur Sabily (13 tahun). Nur Qomariyah bersama dengan kedua anaknya kini tinggal dirumah saudara mereka, di Mojoanyar Mojotengah Bareng. Nurul Azari kini duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, dan M. Nur Sabily di Sekolah Dasar. Tentu saja Nur Qomariyah harus berjuang untuk terpenuhinya kebutuhan anak-anaknya.

Operasi Katarak Gratis

katarak nyar

 

 

Alhamdulillah sebanyak 10 dari 11 orang yang mengajukan permohonan bantuan operasi katarak di LPUQ telah berangkat ke Gresik bersama tim LPUQ. Sepuluh orang tersebut adalah:
• Muslichah (Klagen, kepuhkembeng Peterongan)
• Naseh Asjari (Blimbing Gudo)
• Sariyem (Mancar Timur Peterongan)
• Sucipto (Cermenan Sugihwaras Ngoro)
• Sukadi (Pulolor Kalimalang Jombang)
• Sudjanah (Pulolor Kalimalang jombang)

Realisasi Amanah Aqiqoh

amanah aqiqoh nnn

 

 

Terimakasih kepada Yuyun yang beralamat di Jl. Iskandar Muda No.5 Wersah Jombang, yang telah mempercayakan aqiqohnya kepada LPUQ. Alhamdulillah, realisasi amanah aqiqoh Yuyun telah dilaksanakan untuk Panti Asuhan AL-Khoiriyah, Jl. PP Seblak No.16 Kwaron, Diwek Jombang.

Ariyanti ingin makan nyaman

10589060_174234122751766_104508061_n BM

 

 

 

Beberapa waktu lalu, seorang warga Janti Jogaorto Jombang menginformasikan kepada kami. Ada seorang bayi cantik yang memerlukan uluran kemanusiaan saudara-saudara. Nur Ariyanti ialah anak dari bapak M.Hariyanto dan Ibu Siti Ningsih. Ia tidak memiliki dinding mulut (dalam bahasa jawa disebut cethak) yang normal layaknya manusia pada umumnya. Cobaan tersebut menimpanya sejak ia pertama kali dilahirkan di dunia. Selama ini Nur Ariyanti dan keluarganya tinggal sebuah rumah (bantuan dari pemerintah) yang beralamatkan di Desa Janti rt/rw 03/02 Jogoroto, Jombang. Bapak Hariyanto sendiri sehari-harinya bekerja sebagai tukang pembuat serok-pengorengan di Tambar dengan gaji perhari 15rb. 1 minggunya Rp. 60. 000,- – Rp. 70. 000,-. Sedangkan Ibu Ningsih hanya sebagai ibu rumah tangga. Nur Arianti juga memiliki satu kakak yang saat ini duduk di bangku Taman Kanak-kanak.

Mushollah Al-Hikmah Belum Punya Tempat Wudhu

mushollah al-hikmah
Sekitar delapan bulan yang lalu, warga Dusun Krapak Mojokrapak Tembelang sepakat untuk mendirikan mushollah di dusunnya untuk memudahkan mereka beribadah. Dari kesepakatan itu akhirnya kini telah dalam proses pembangunan Mushollah yang diberi nama Mushollah Al-Hikmah.

Bulan Ramadhan kemarin sejumlah dana pembangunan mushollah Al-Hikmah sudah direalisasikan oleh LPUQ. Tentu saja sambutan hangat dan kebahagiaan muncul dari warga setempat saat menerima bantuan.

Dari kondisinya, mushollah Al-Hikmah memang tidak seberapa besar bangunannya. Saat tim LPUQ kesana, beberapa pekerja yang membangun mushollah tampak sibuk memasang keramik untuk ruangan utama (ruangan dalam) mushollah. Dari perbincangan dengan salah seorang panitia pembangunan disana pemasangan keramik ini akan dilakukan sesuai dnegan jumlah keramik yang ada sekarang. “Ya kami membangunnya sesuai dengan dana dan bahan yang ada. Jika keramik ini cukup sampai lantai teras ya akan kami pasang, tapi kami mendahulukan yang ruang utama (red-dalam) agar bisa segera dipakai untuk sholat warga,” Kata salah seorang warga yang membangun mushollah.