Mushollah Al-Hikmah Belum Punya Tempat Wudhu

mushollah al-hikmah
Sekitar delapan bulan yang lalu, warga Dusun Krapak Mojokrapak Tembelang sepakat untuk mendirikan mushollah di dusunnya untuk memudahkan mereka beribadah. Dari kesepakatan itu akhirnya kini telah dalam proses pembangunan Mushollah yang diberi nama Mushollah Al-Hikmah.

Bulan Ramadhan kemarin sejumlah dana pembangunan mushollah Al-Hikmah sudah direalisasikan oleh LPUQ. Tentu saja sambutan hangat dan kebahagiaan muncul dari warga setempat saat menerima bantuan.

Dari kondisinya, mushollah Al-Hikmah memang tidak seberapa besar bangunannya. Saat tim LPUQ kesana, beberapa pekerja yang membangun mushollah tampak sibuk memasang keramik untuk ruangan utama (ruangan dalam) mushollah. Dari perbincangan dengan salah seorang panitia pembangunan disana pemasangan keramik ini akan dilakukan sesuai dnegan jumlah keramik yang ada sekarang. “Ya kami membangunnya sesuai dengan dana dan bahan yang ada. Jika keramik ini cukup sampai lantai teras ya akan kami pasang, tapi kami mendahulukan yang ruang utama (red-dalam) agar bisa segera dipakai untuk sholat warga,” Kata salah seorang warga yang membangun mushollah.

Potret Keluarga Muslim Sepuluh Yatim

10 yatim

Ramadhan kemarin menorehkan kisah dari sebuah keluarga mustahik yang sempat dikunjungi oleh tim LPUQ. Tim LPUQ saat itu datang kerumah mustahik ini untuk merealisasikan program buka bersama yang telah diamanahkan oleh para donatur. Setelah melakukan seleksi, terpilihlah keluarga Alm.Bapak …….. yang beralamat di SUmbermulyo Jogoroto yang menjadi target realisasi.

Keluarga Alm. Bapak …. Terdiri dari 11 orang anggota keluarga. Mereka adalah istri Almarhum, Ibu….. dan 10 anaknya. Bapak …. Telah meninggal dunia. Dahulu semasa hidupnya Alm. Bapak …. Bekerja sebagai distributor kantong kresek ke toko-toko. Sebuah pekerjaan yang memang sangat sederhana dengan penghasilan yang juga sangat sederhana, terlebih untuk memenuhi tanggungjawabnya kepada keluarga yang jumlahnya tidaklah kecil.

Perlu Dua Kursi Roda

kursi roda kursi roda (2)

Ibu Fadia Ainun Nafi’, seorang warga Dukuhklopo Kapas Peterongan adalah informan yang menginformasikan adanya dua orang yang sedang membutuhkan bantuan berupa kursi roda. Dua ornag yang dimaksud oleh Ibu Fadia adalah Ainaya Kurniatulloh (16 tahun) dan Abdul Wahab (34 tahun). Dua orang ini adalah satu keluarga yang beralamat di Desa Watudakon Kesamben Jombang.
Ainaya dan Abdul Wahab mengalami cacat bawaan yang mengakibatkan mereka tidak bisa berjalan. kondisi keluarganya memang seperti itu, istri Abdul Wahab sendiri yang bernama Ridha Erlina(31 tahun) juga mengalami cacat kaki. Namun, Ridha Erlina sudah memiliki kursi roda.
Selama ini Abdul Wahab dan Ainaya (adik kandung Ridha Erlina) menggunakan kursi roda bersama-sama dnegan Ridha Erlina. Yang menjadi kesulitan mereka adalah saat mereka memerlukan kursi roda itu dalam waktu yang bersamaan.

Ibu Susila endah, Penderita Mioma.

image003

Awalnya, Ibu Susila Endah divonis sakit jantung oleh dokter, setelah beberapa kali cek ternyata bukan jantung, akan tetapi Mioma. Sehingga, Ibu Susila harus dirujuk ke RSUD dr. Soetomo. Berulangkali Pak Suratman, suaminya membawa periksa kesana, dan beliau mengaku biaya transportasi dan biaya periksa cukup memberatkan perekonomiannya.
Saat LPUQ melakukan survey ke rumah, kaki Bu Susila bengkak. Beliau mengaku merasakan sakit di perut saat melakukan aktivitas berjalan. Rasa sakit itu sudah lama beliau rasakan.

Sepedaku hilang

image001

 

 

 

 

Lilla Septi Nur Anggraini, siswa kelas 5 SD SUmbermulyo harus jalan kaki ketika berangkat sekolah sejauh 1 km, setelah sepedanya hilang. Sepeda itu hilang saat dipinjam kakaknya untuk sholat berjamaah di sebuah mushola.

Ayah Lilla, Pak Mujiadi yang bermata pencaharian sebagai tukang becak non mesin mengaku sampai sekrang belum mampu membelikan sepeda lagi untuk sekolah anaknya. “Ya punya keinginan untuk membelikannya lagi sepeda meskipun tidak baru, supaya Lilla ke sekolah tidak jalan kaki… tapi kalau sekarang belum bisa saya membelikan… “ Kata Pak Mujiadi kepada LPUQ.

Semangat Ibadah Para Lansia

LANSIA AGUSTUS

 

 

 

 

Semangat Ibadah Para Lansia

Bulan lalu, Alhamdulillah LPUQ telah merealisasikan santunan untuk para mustahik lansia (lanjut usia) di beberapa daerah, termasuk di daerah Jogoroto Jombang. Ada tiga lansia di daerah itu yang kemarin dikunjungi oleh LPUQ. Yang pertama adalah seorang nenek bernama Wainten. Sehari harinya Mbah Wainten hidup dengan didampingi cucunya. Di usianya yang sudah lanjut, terkadang harus mencari rumput di sawah, karena Mbah Wainten memiliki beberapa kambing. Mbah Wainten sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari LPUQ. Beliau mengaku, bantuan dari LPUQ sangat bermanfaat untuk beliau memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Tidak ketinggalan, Mbah Wainten juga berdoa semoga amal baik donatur LPUQ diterima oleh Allah swt. dan dibalas dengan yang lebih baik.

Mbah Kasih Tinggal dengan Tiga Ayamnya

mbah-kasih.6.2014Namanya Kasih, seorang nenek berusia 82 tahun yang beralamat di Bugasur Kedaleman 01/01 Gudo. Mbah Kasih di usia senjanya hidup sendiri di sebuah rumah hasil program bedah rumah desa yang dindingnya setengah tembok setengah bambu. Suaminya telah meninggal dunia, dan tak seorang anak pun yang dimiliki. Sehari-hari keponakannya yang menyediakan makan untuk Mbah Kasi.

Bayi 11 Bulan : Perlu Biaya Pengobatan Hydrochephalus

higrosafalus.6.2014Bayi perempuan kecil dengan nama Siti Mubarokah memerlukan biaya pengobatan. Bayi 11 bulan ini mengalami hydrocephalus dan sampai sekarang belum bisa melakukan pengobatan dikarenakan kedua orangtuanya terbatas kondisi perekonomiaannya. Ayah Siti Mubarokah adalah petani di daerah Wonosalam dan Ibunya sebagai ibu rumahtangga. Ibu Siti Mubarokah menyampaikan bahwa dirinya ingin bekerja membantu mencari nafkah unutk keluarganya, tapi apa boleh buat, waktunya sehari-hari sudah habis untuk merawat putrid kecilnya.

Tukang Batu Tersengat Listrik

mbah-sugiono.6.2014Peristiwa itu terjadi tahun lalu. Saat Sugiono, warga Kabunan 1/1 Kebontemu Peterongan yang waktu itu berprofesi sebagai tukang batu sedang bekerja di salah satu daerah Tambak Beras hujan turun dengan derasnya. Teman-teman sejawat Sugiono…

Ahmad Ingin Sehat

ahmad2.6.2014Hidup dengan sehat adalah keinginan semua orang. Namun, Allah juga menguji manusia dalam hal kesehatannya. Itulah yang dialami Ahmad Nur Wachid. Dia baru berusia 5 tahun sekarang, dan selama 5 tahun hidup dia belum menikmati kesehatan seperti manusia pada umumnya. Ya… sejak lahir, Ahmad mengalami kelainan usus (hisbrung) yaitu Ahmad tidak memiliki anus. Ahmad adalah putra dari Setiawan dan Siti Nur Azizah, warga Sumbersari Megaluh Jombang. Setiawan, Ayah Ahmad adalah TKI di Malaysia, namun sudah 7 bulan ini tidak pernah mengirim nafkah untuk keluarganya. Karena kondisi perekonomian keluarga yang terbatas, Ahmad belum bisa melakukan pengobatan dengan maksimal. Menurut dokter yang menangani sakit Ahmad, Ahmad harus dioperasi 3 kali untuk bisa memiliki anus.