Lingga Auliya Saundang

auliya

Lingga Auliya Saundang adalah anak satu-satunya dari Bapak Ikhwan Junaidi (Alm) dan Ibu Evi Nailul Chikmah. Sekarang genap berusia 9 tahun duduk di bangku kelas 4 SD. Tepatnya di SDN Pulo Lor 3 Jombang. Sekarang tinggal di rumah neneknya yang beralamatkan di Jln Sentot Prawiryodirjo 53.

Masjid Carangwulung Melanjutkan Renovasi

masjid carangwulung
Masjid Baiturrahman yang terletak di dusun terpuncak Wonosalam akhirnya bisa melanjutkan renovasinya setelah bulan AGustus kemarin LPUQ bersama relawan mengantarkan sejumlah material bangunan kesana.

Realisasi Amanah Aqiqah

AVX

Alhamdulillah realisasi aqiqah untuk Anra Widiastuti dan Indira Wibowati Bambang W. yang dipesan Bu Lilik Sulistyowati. Amanah aqiqah ini direalisasikan pada tanggal 22 Mei 2015, ba’dha sholat Jumat dan dikemas dalam acara silaturrahim masyarakat jamaah masjid Munungkerep Kabuh.

Masjid Baitur Rohman

masjid carang wulung ngeseng

Alhamdulillah
Pada hari Jumat, 21 ags 2015 jam 16.00 Wib tim LPUQ menyerahkn bantuan tahap 1 dari donatur LPUQ k Masjid Baiturrohman dsn. Ngeseng ds. Carangwulung Wonosalam Jombang sebesar 8,5 juta. Penyerahan diserahkn oleh manager pemberdayaan Mas Fuad Abror, SE kpd bendahara pembangunan Pak Siyadi dgn disaksikn ta’mir masjid bpk supriono dn para jama’ah.

Berharap Punya Dinding Triplek

IMG_0620

Namanya Mbah Saijah, lansia usia 70 tahun yang beralamat di Jalan Kepatihan Gang II No.5 RT.3 RW.9 Kepatihan Jombang. Mbah Saijah tinggal dirumah bambunya yang sempit. Rumah itu pernah mendapat bantuan bedah rumah desa yang dikerjakan setengah saja. Lalu bagaimana setengahnya? Setengahnya digarap warga sekitar. Gentengnya dari iuran warga, tidak ada jendela, tidak ada pintu, tembok luar rumah belum di plester, dan tidak ada kamar mandi. Kondisi ini memang dikarenakan keterbatasan dana warga, apalagi Mbah Saijah.

Masjid Carang Wulung

IMG_0794
 

Masjid Baitur Rahman yang terletak di Desa Carangwulung Wonosalam ini sudah lama menjalani proses perbaikan. Tenaga pembangunan dilakukan warga setempat secara gotongroyong tanpa biaya tukang sama sekali. Hanya saja untuk bantuan material masih sangat terbatas.

Tempurung Kepala Pak Kasmin Masih Di Perut

pak kamin
Kini usia Pak Kamin telah mencapai 58 tahun. Semasa mudanya, Pak Kamin adalah seorang pekerja keras. Lelaki asal Jombang, Dusun Carangrejo RT. 01 RW.01 Desa Carangrejo Kesamben ini pernah bekerja hingga ke Kalimantan untuk mencukupi nafkah keluarganya. Lama di Kalimantan, akhirnya Pak Kamin memutuskan utnuk pindah ke Surabaya. Di Surabaya Pak Kamin bekerja sebagai kuli bangunan.
Saat beliau menjalani pekerjaannya sebagai kuli bangunan tanpa diduga Pak Kamin mengalami struk, dan oleh majikannya Pak Kamin dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapat penanganan.
Menurut cerita, untuk memulihkan ingatannya, tempurung kepala Pak Kamin oleh dokter diambil dan diletakkan di perut. Seluruh pengobatan saat itu ditanggung oleh majikan Pak Kamin.
Sampai sekarang tempurung kepala Pak Kamin masih berada di perut, padahal menurut dokter yang menangani saat itu, tempurung kepala akan dikembalikan setelah 3 minggu. Keterbatasan biaya menjadikan tempurung kepala itu tetap di perut sampai 3 tahun. Ya sudah 3 tahun tempurung kepala itu belum kembali pada tempat yang seharusnya.

Nor Aini Anak Berprestasi

nuraini

Nor Aini, putrid dari Endang Supiatin dan Suparwadi adalah siswa kelas 1 SDN 1 Jelakombo yang pernah mendapat juara pertama Lomba Mewarnai se Kabupaten Jombang. Tumbuh di tengah keluarga yang tingkat ekonominya rendah tidak membuat semangatnya surut untuk meraih prestasi-prestasi di bidang yang dia kuasai baik akademik maupun nonakademik.

Nor Aini bersama orangtua dan seorang kakaknya tinggal di rumah majikan orangtuanya, Jl. Jayanegara No. 10. Terbilang sudah 6 tahun mereka tinggal di rumah majikannya itu. Supardi sendiri sehari-hari bekerja di salah satu toko milik majikannya itu, sedangkan Endang Supiatin bekerja serabutan di rumah majikan yang sama.