Kini, Farhan hanya bersama Nenek dan Kakek

ikiiii

 

 

 

Farhan adalah anak dari Alm.Abdurachman dan Almh. Ibu Fitri wulandari (anak pertama)yang beralamatkan di Sidokapasan blok pasar 45, Desa. Sidodadi, rt/rw 006/001. Surabaya. Dia adalah anak satu-satunya dari alm.Abdur ranchman dan almh.Fitri Wulandari yang sekarang masih duduk di TK Kecil. Dia ditinggal kedua orang tuanya sejak masih kecil. Ibunya yang sakit-sakitan terkena penyakit kembang paruh selama tiga bulan dan harus keluar masuk rumah sakit dan suaminya yang hanya bekerja sebagai tukang parkir yang penghasilnya tidak seberapa membuat keluarga ini berkehidupan serba pas-pas an karena memerlukan banyak biaya untuk berobat. Rumah pun masih ikut di rumah mertua belum mempunyai rumah sendiri.

Dua tahun lalu ibunya dipanggil oleh sang Maha Kuasa.Setelah itu ganti bapaknya yang sakit-sakitan terkena tiphus setadium akut dan beliau juga dipanggil oleh yang maha kuasa setahun yang lalu. Semenjak sakit-sakitan sampai meninggal biaya ditanggung sendiri dan masih ikut dirumah mertua .

Griya Yatim Mojowarno

griya yatim mojowarno

 

 

Griya yatim LPUQ kembali melakukan realisasi bantuan kepada sejumlah anak yatim. Kali ini realisasi dilaksanakan di griya yatim Mojowarno. Ada sekitar 18 anak yang datang dan mendapat santunan dari amanah dana yatim LPUQ. Mereka semua rata-rata masih sekolah tingkat dasar dan tentu saja, perhatian donatur untuk mereka membuat mereka bahagia. semoga donatur LPUQmendapat berkah karena telah berbagi kebahagiaan dengan para yatim di Mojowarno bersama LPUQ. Aamiin.[]

Kakak Beradik Sakit Thalasemia

nur qomariyah

 

 

 

Nur Qomariyah, janda yang ditinggal suaminya meninggal ini kini hidup bersama dua anaknya, Nurul Azari Pratiwi (15 tahun) dan Muchamad Nur Sabily (13 tahun). Nur Qomariyah bersama dengan kedua anaknya kini tinggal dirumah saudara mereka, di Mojoanyar Mojotengah Bareng. Nurul Azari kini duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, dan M. Nur Sabily di Sekolah Dasar. Tentu saja Nur Qomariyah harus berjuang untuk terpenuhinya kebutuhan anak-anaknya.

Operasi Katarak Gratis

katarak nyar

 

 

Alhamdulillah sebanyak 10 dari 11 orang yang mengajukan permohonan bantuan operasi katarak di LPUQ telah berangkat ke Gresik bersama tim LPUQ. Sepuluh orang tersebut adalah:
• Muslichah (Klagen, kepuhkembeng Peterongan)
• Naseh Asjari (Blimbing Gudo)
• Sariyem (Mancar Timur Peterongan)
• Sucipto (Cermenan Sugihwaras Ngoro)
• Sukadi (Pulolor Kalimalang Jombang)
• Sudjanah (Pulolor Kalimalang jombang)

Realisasi Amanah Aqiqoh

amanah aqiqoh nnn

 

 

Terimakasih kepada Yuyun yang beralamat di Jl. Iskandar Muda No.5 Wersah Jombang, yang telah mempercayakan aqiqohnya kepada LPUQ. Alhamdulillah, realisasi amanah aqiqoh Yuyun telah dilaksanakan untuk Panti Asuhan AL-Khoiriyah, Jl. PP Seblak No.16 Kwaron, Diwek Jombang.

Ariyanti ingin makan nyaman

10589060_174234122751766_104508061_n BM

 

 

 

Beberapa waktu lalu, seorang warga Janti Jogaorto Jombang menginformasikan kepada kami. Ada seorang bayi cantik yang memerlukan uluran kemanusiaan saudara-saudara. Nur Ariyanti ialah anak dari bapak M.Hariyanto dan Ibu Siti Ningsih. Ia tidak memiliki dinding mulut (dalam bahasa jawa disebut cethak) yang normal layaknya manusia pada umumnya. Cobaan tersebut menimpanya sejak ia pertama kali dilahirkan di dunia. Selama ini Nur Ariyanti dan keluarganya tinggal sebuah rumah (bantuan dari pemerintah) yang beralamatkan di Desa Janti rt/rw 03/02 Jogoroto, Jombang. Bapak Hariyanto sendiri sehari-harinya bekerja sebagai tukang pembuat serok-pengorengan di Tambar dengan gaji perhari 15rb. 1 minggunya Rp. 60. 000,- – Rp. 70. 000,-. Sedangkan Ibu Ningsih hanya sebagai ibu rumah tangga. Nur Arianti juga memiliki satu kakak yang saat ini duduk di bangku Taman Kanak-kanak.

Mushollah Al-Hikmah Belum Punya Tempat Wudhu

mushollah al-hikmah
Sekitar delapan bulan yang lalu, warga Dusun Krapak Mojokrapak Tembelang sepakat untuk mendirikan mushollah di dusunnya untuk memudahkan mereka beribadah. Dari kesepakatan itu akhirnya kini telah dalam proses pembangunan Mushollah yang diberi nama Mushollah Al-Hikmah.

Bulan Ramadhan kemarin sejumlah dana pembangunan mushollah Al-Hikmah sudah direalisasikan oleh LPUQ. Tentu saja sambutan hangat dan kebahagiaan muncul dari warga setempat saat menerima bantuan.

Dari kondisinya, mushollah Al-Hikmah memang tidak seberapa besar bangunannya. Saat tim LPUQ kesana, beberapa pekerja yang membangun mushollah tampak sibuk memasang keramik untuk ruangan utama (ruangan dalam) mushollah. Dari perbincangan dengan salah seorang panitia pembangunan disana pemasangan keramik ini akan dilakukan sesuai dnegan jumlah keramik yang ada sekarang. “Ya kami membangunnya sesuai dengan dana dan bahan yang ada. Jika keramik ini cukup sampai lantai teras ya akan kami pasang, tapi kami mendahulukan yang ruang utama (red-dalam) agar bisa segera dipakai untuk sholat warga,” Kata salah seorang warga yang membangun mushollah.

Potret Keluarga Muslim Sepuluh Yatim

10 yatim

Ramadhan kemarin menorehkan kisah dari sebuah keluarga mustahik yang sempat dikunjungi oleh tim LPUQ. Tim LPUQ saat itu datang kerumah mustahik ini untuk merealisasikan program buka bersama yang telah diamanahkan oleh para donatur. Setelah melakukan seleksi, terpilihlah keluarga Alm.Bapak …….. yang beralamat di SUmbermulyo Jogoroto yang menjadi target realisasi.

Keluarga Alm. Bapak …. Terdiri dari 11 orang anggota keluarga. Mereka adalah istri Almarhum, Ibu….. dan 10 anaknya. Bapak …. Telah meninggal dunia. Dahulu semasa hidupnya Alm. Bapak …. Bekerja sebagai distributor kantong kresek ke toko-toko. Sebuah pekerjaan yang memang sangat sederhana dengan penghasilan yang juga sangat sederhana, terlebih untuk memenuhi tanggungjawabnya kepada keluarga yang jumlahnya tidaklah kecil.

Perlu Dua Kursi Roda

kursi roda kursi roda (2)

Ibu Fadia Ainun Nafi’, seorang warga Dukuhklopo Kapas Peterongan adalah informan yang menginformasikan adanya dua orang yang sedang membutuhkan bantuan berupa kursi roda. Dua ornag yang dimaksud oleh Ibu Fadia adalah Ainaya Kurniatulloh (16 tahun) dan Abdul Wahab (34 tahun). Dua orang ini adalah satu keluarga yang beralamat di Desa Watudakon Kesamben Jombang.
Ainaya dan Abdul Wahab mengalami cacat bawaan yang mengakibatkan mereka tidak bisa berjalan. kondisi keluarganya memang seperti itu, istri Abdul Wahab sendiri yang bernama Ridha Erlina(31 tahun) juga mengalami cacat kaki. Namun, Ridha Erlina sudah memiliki kursi roda.
Selama ini Abdul Wahab dan Ainaya (adik kandung Ridha Erlina) menggunakan kursi roda bersama-sama dnegan Ridha Erlina. Yang menjadi kesulitan mereka adalah saat mereka memerlukan kursi roda itu dalam waktu yang bersamaan.

Ibu Susila endah, Penderita Mioma.

image003

Awalnya, Ibu Susila Endah divonis sakit jantung oleh dokter, setelah beberapa kali cek ternyata bukan jantung, akan tetapi Mioma. Sehingga, Ibu Susila harus dirujuk ke RSUD dr. Soetomo. Berulangkali Pak Suratman, suaminya membawa periksa kesana, dan beliau mengaku biaya transportasi dan biaya periksa cukup memberatkan perekonomiannya.
Saat LPUQ melakukan survey ke rumah, kaki Bu Susila bengkak. Beliau mengaku merasakan sakit di perut saat melakukan aktivitas berjalan. Rasa sakit itu sudah lama beliau rasakan.